IMUNISASI

Posted by Admin on 17/11/2019

munisasi bertujuan untuk meningkatkan pembentukan antibodi untuk memperkuat kerja sistem imun tubuh anak saat melawan patogen (kuman, bakteri, jamur, virus, dan lainnya) penyebab penyakit berbahaya.

Artikel - IMUNISASI

JENIS - JENIS IMUNISASI
Jenis imunisasi wajib untuk bayi Vaksin hepatitis B : Hepatitis B adalah infeksi menular yang menyerang hati (liver) dan bisa berujung pada kanker hati atau sirosis. Vaksin hepatitis B harus didapat segera setelah bayi baru lahir, paling lambat 12 jam setelah kelahiran. Namun, bayi harus mendapatkan suntikan vitamin K1 dulu 30 menit sebelum divaksin. Vaksin polio : bayi perlu mendapatkan vaksin polio secepatnya sebelum berusia genap 1 tahun. Vaksin polio terdiri dari 4 rangkaian yang harus dilengkapi semuanya. Vaksin yang pertama diberikan segera setelah baru lahir, yang kedua pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan terakhir saat menginjak 6 bulan. Vaksin BCG : Vaksin BCG adalah imunisasi untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). vaksin BCG cukup diberikan 1 kali sebelum bayi berusia 3 bulan. Efektivitasnya akan paling optimal jika diberikan saat bayi berusia 2 bulan. Vaksin campak : Campak (rubeola) adalah infeksi menular yang cukup umum terjadi pada usia anak-anak. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dan kemudian menginfeksi seluruh tubuh. Vaksin campak diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada saat anak berusia 9 bulan dan 24 bulan. Namun, vaksin campak kedua pada usia 24 bulan tidak perlu lagi diberikan jika anak sudah mendapatkan vaksin MMR pada usia 15 bulan.
Vaksin pentavalen (DPT-HB-HiB) : Vaksin pentavalen merupakan vaksin kombinasi dari vaksin DPT, vaksin HB, dan vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B). Vaksin ini diberikan untuk mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak). j adwal pemberian vaksin ini sebanyak 4 kali, yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan.
Jenis imunisasi tambahan untuk bayi dan anak
Vaksin MMR : Vaksin MMR bertujuan untuk mencegah penyakit campak (Measles), gondongan (Mumps), dan Rubela (campak Jerman). Vaksin ini umumnya diberikan saat anak berusia 12-18 bulan. Vaksin tifoid : Vaksin tifoid bertujuan mencegah infeksi bakteri Salmonella typhii yang merupakan penyebab penyakit tifus. Vaksin ini bisa diberikan saat anak berusia 24 bulan. Vasin rotavirus : Vaksin monovalent diberikan 2 kali saat anak berusia 6-12 minggu, dengan jarak waktu pemberian selama 8 minggu. Sementara vaksin pentavalent diberikan 3 kali, mulai saat anak berusia 2 bulan dengan jarak waktu pemberian per 4-10 minggu. Vaksin pneumokokus (PCV) : Vaksin ini bisa diberikan pada anak mulai usia 7-12 bulan sebanyak 2 kali dengan jarak 2 bulan. Jika diberikan pada anak yang sudah berusia di atas 2 tahun, PCV cukup diberikan sebanyak 1 kali. Varicella : v aksin varicella (Varivax) adalah imunisasi rutin untuk mencegah cacar air. Vaksin ini biasanya diberikan sebanyak 2 kali, yang pertama pada rentang usia 12-15 bulan sebelum masuk sekolah dasar. Imunisasi yang kedua kalinya kemudian diberikan saat anak berusia 4-6 tahun.
Vaksin influenza : Vaksin influenza idealnya diberikan saat anak minimal sudah berumur 6 bulan. Berbeda dengan jenis vaksin lainnya yang hanya diberikan sesuai jadwal, vaksin influenza tidak demikian. Vaksin influenza boleh didapatkan kapan saja. Pemberian vaksin ini juga sebaiknya diulang kembali setiap tahun untuk meencegah anak terkena flu.
Hepatitis A : Pemberian vaksin ini biasanya dilakukan 2 kali dengan jarak 6-12 bulan sekali. Namun, bisa juga didapatkan 2-3 kali per 6-12 bulan bagi anak yang sudah berusia lebih dari 2 tahun.
HPV (human papiloma virus) : vaksin HPV (human papiloma virus) bisa mulai diberikan ketika anak sudah berusia 10 tahun. Vaksin ini dapat diberikan sebanyak 3 kali dalam rentang usia 10-18 tahun.